Sabtu, 30 Juli 2011

“ Penghambaanku … “

Bismillahirrahmanirrahim ….
Alastu birobbiikum ,,, qoluu balaa syahidna …Cukuplah persaksian ruh dan jasad yang masih suci ini untuk menghantarkan diri ini pada sebuah penghambaan yang agung. Penghambaan nan indah terjalin sempurna, dari sebuah jasad dan ruh yang suci. Namun, ingin rasanya bertanya pada diri ini yang dulunya turut bersaksi dengan sebuah soalan yang tidak bermaksuud merobek kepercayaan, menelanjangi keyakinan, bahkan mengingkari keberadaan,
“ Benarkah seperti itu ??? … “
“ Benarkah yang disampaikan jasad yang bersiap-siap berhadir di bumi yang tidak lebih ddari sebuah persinggahan ??? … “
“ Benarkah lisan dan hatinya yang berkata demikan dan kelak akan di buktikannya di muka bumi yang sama sekali belum ia kenali ??? … “
“ Benarkah demikian … ??? “
***
Guratan lelah terlihat jelas terpahat di wajah ini, sesekali desah nafas yang berat seolah sebuah gunung setia menduduki punggung yang lemah ini. Hati sudah tak ingin berdialog dengan akal, tak sedia lagi berunding dengan pikir, dan sebuah kata meluncur, melesat bagai anak panah milik panglima perang yang bernafsu menghabisi lawan,
“ Aku LELAH … aku BERHENTI dari jalan ini … “
Benar adanya, panah itu mengenai “ penghambaan “ yang dulu di persaksikan. Sungguh, tiada masalah dengan kalimat awalnya “ Aku lelah … “ tak seorang pun yang mungkir, tapi wahai diri … siapa yang membujukmu berkata,
 “ Aku berhenti dari jalan ini … .“
Apakah tidak terekam bagimu perjuangan kekasihNYA, Muhammad saw, sahabatnya, dan sederetan nama yang mencintai jalan ini. Mungkin, bukan tidak terekam, tapi kenaifan sedang bermain di celah kelelahan.
Namun, diri … mundurlah ke belakang, berbalik arahlah sebab ku lihat arah langkahmu tidak lagi sama dengan para rajulud da’wah, sudah sedia mencipta arah yang berkebalikan. Jajari langkah-langkah pencinta da’wah, walau sempat diri ini tertinggal karena berhenti sebentar, susuri langkah-langkah mulia itu karena kulihat diri ini sudah agak jauh tertinggal.
Berlelah-lelah di jalan da’wah, merajut cinta, menyatukan kasih sayang, menyerasikan langkah, menyeragamkan kata. Dan terlihat lelah yang menjuntai anggun, kebencian yang tidak menampakkan diri, iri yang berlari dari diri, persimpangan yang makin menyatu arah, perdebatan yang tidak menyakitkan. Semua terlihat jelas menjelaskan seumpama malam atas siang.
“ Apakah syurga tidak menggiurkan buatmu, wahai diri … ??? “
Cukup sudah, terlihat penghambaan itu pulih dari anak panah yang ku tancapkan. Penghambaan yag terus melantunkan lagu PERJUANGAN dan PENGORBANAN. Guratan lelah memang masih meyisa, tapi tiada kata,
“ Aku berhenti dari jalan ini … “
***
Sesosok bayangan menjamu malam, terisak tangis menyuguhi gelap. Sunyi, senyap. Hanya sendiri sebab yang lain terlelap. Sujud nan panjang tersaksikan menengadahi malam dengan mengirim berjuta do’a, namun sangatlah heran berdengar kata,
“ Aku sendiri … aku sendiri … “
Zahirnya itu bukanlah kalimat yyang salah sebab yang lain terlelap dan diri ini terjaga. Ahh … tapi, layakkah lisan ini tegas berkata ,
“ Ya Rabb … aku hanya sendiri … “
Lalu, diri … dengan siapakah kamu mengeluh barusan ??? Ada sebuah kata yang kau sebut,
“ Rabb … “
Lupakah engkau diri … bukankah Dia berkata,
“  Aku dekat … “
Sebuah ibadah yang kehilangan makna, tercuri oleh sebuah nafsu yang hakikatnya ingin berkata,
“ Ya Rabb … aku butuh dia, mereka… “
Kecemburuan yang amat besar dariNya.
Layakkah diri ini berkata demikian padahal muatan langit dan bumi sedia Ia berikan ???
Pantaskah jasad ini berkata demikian padahal susunan tubuh yang begitu sempurna Ia anugerahkan ???
Wajarkah hati ini   berkata demikian padahal Ia tiada bosan mengirim paket permintaan yang kita minta tanpa ada kata “ Alhamdulillah … “
Sempurnakah diri ini meminta dzat yang Ia cipta tanpa meminta ,
“ Dekatkan aku denganMU … malah sebaliknya,
 “Aku butuh orang lain … “
Luruhlah sebuah penghambaan yang diri ini persaksikan di depanNya. Sungguh ,,, dimanakah letak ketidakbenaran yang terang-terangan ditunjukkan diri ini, bahkan dalam sebuah ibadah yang hakikatnya untukNYA, lalu nyali dari mana yang diri ini peroleh untuk berkata,
“ Ya Rabb ,,, aku sendiri … “
Sempurna dengan buliran airmata. Wahai diri … dengarlah dengan kejerniahan dan kebeningan hati  yang sering terkotori, singkaplah dulu tirai-tirai dosa yang lama tidak terbasuh hingga jelas terdengan olehmu,
“ Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat … “
Dan nantinya tiada kata yang tak bermakna dalam ibadah ini, ibadah yang benar dan terhilangkan niat untuk  menjadikan sebaik-baik dzat cemburu dan murka. Dan terlihat, penghambaan itu menjadi benar,, sembuh dari sebuah kekeliruan , dengan sujud yang panjang diri ini berkata,
“ Ya Rabb ,,, izinkan aku berada di dekatmu, dunia dan akhirat … “
***
Sebuah penghambaan yang bermahkotakan Cinta …
Aku mencintaiMU dengan segala apa yang ada dalam diri ini …
***
TO BE CONTINUED …


C35, SABTU : 30 October 2010 ; 11.30 wib


TIBA SAATNYA ... IA KAN MENJADI KUPU-KUPUNAN INDAH ...JANJI ALLAH PASTI BUKAN MUNGKIN

Ya rabb ... bertabur cinta yang Kau beri, tapi entah kemanamata ini tak mengena silaunya,,, selalu merasa sendiri padahal lisan ini dahberkata " aku ridho Engkau sebagai Rabb ku " ...Ya Rahim ... Kau naungi aku dengan cintaMu yang teramatsuci, tapi jiwa ini berkata " aku mencari cintanya ...", entah siapa dia yang taklebih hebat dariMu, yang tak lebih menjagaku dariMu.padahal Kau telah berkata "Aku sang pemilik cinta...
Ya Rabbbul Idzzati ... Kau lingkupi aku dengan hadirMu,tapi hatiku kerdil berkata " aku merasa sendiri ... ", begitu naïf memang padahalEngkau mengurai kata " katakan, Aku sangat dekat ..."
Ya Muuqallibul Qulub ...teramat sering aku mengingkari, takjarang aku menghianati.nyali yang amat kokoh utk melawanMu, merasa Engkau jauhtak melihatku ...
Ya RAhman ... aku sangat mencintaiMu
Tapi Ilahku ... hangatnya mentari itu dengan cahayanyamenyilaukan mataku pada indahnya duniaMu, tak ku pejam tuk berhenti sejenak,tetap ku tantang dan aku terlena di dalamnya.
Tapi Ilahku ... sinar rembulan itu dah terangi jalanku dimalam hari, tapi bukan kepadaMu aku berjalan ... liku yang lain yang lebih indahdengan fatamorgananya ...
Begitu banyak kata " tetapi " namun Engkau tetap memberidikala ku meminta, tetap terjaga dikala ku butuh penjagaanMu, tetap membericinta di saat aku merasa kurang akan cinta ,,,Duh Rabbku... cinta apakah ini,????
Apakah aku terlalu sombong tuk berbanding ilmu denganmakhlukMu yang lain ??? hanya di lisanku bukan hati.
Apakah aku begitu mendambakan kemuuliaan dari pandanganmereka dengan merasa dekat denganMu ??? namun Muraqabah itu masih amat minimsekali
Sangat hina ... dan aku berani barkata " Aku HambaMu
Butakah mata ini tak melihat hamba lain yang sangatmencintaiMu tanpa penghianatan sepertiku ....
Tulikah telinga ini tak mendengar lisan mereka yangteramat tulus dengan seruanMu tanpa harap kemuliaan sepertiku ....
Kemana aku dikala mereka sibuk bermunajat meminta cintaMudengan derai air mata suci yang mengalir dengan hati yan teramat khusuk,sedangkan aku sibuk dengan cinta lain yang hina dan rendah dan nyatanya telahmenghinakanku ...
izinkan aku membasuh dosa ini ya Rabbdengan pengampunanMu.Berurai cintaMu izinkan aku tuk bermandikan cahaya hidayahMu.takingin lagi menjadi insan yang tersia yang terus mengeluh dan mengeluh.berharapmenjadi insan yang Kau cintai dan aku mencintaiMu dengan setulus cinta yanglahir dari hatiku ...
penghambaan yang terus menghamba.tetapmenyuarakan kalamMu dengan Al Qur'an menjadi hujjahku.Sebenar-benar cinta dansemua kusandarkan padaMu ,,, tiada yang tersisa


Kitadan para pendukung da'wah


Antarakita dengan para pendukung da'wah memang tak banyak berbeda. Lisan dan akalyang sama-sama kita miliki tak melebihi sama. Seruan da'wah juga terdengar samadi telinga kita, namun apa yang menjadikan kehadiran mereka lebih terasadibutuhkan sedangkan kita ada namun dianggap tidak ada. Apa yang menjadikansosok mereka sebagai inspirasi, namun layaknya kita hanya sebagai sosok yangfatamorgana. Rangkaian kalimat yang menyiratkan kelugasan iman yang ada dalamhati mereka mengalahkan padanan kata yang bersusah payah kita rangkai , namunserasa hambar , tak bermakna. Kalaulah boleh berkata " Da'wah yang tidak sampai... ". Mungkinkah niat yang tak sama atau proses yang tak serupa ??? Entahlah ...hati yang layak dan mampu menjawabnya.
Inginsekali bertanya sedalam apa kecintaan mereka terhadap da'wah ini. Teringatucapan ust. Rahmat Abdullah " sangat mudah jika kita disuruh untuk berda'wah,namun begitu sedikit yang mencintai da'wah ini ... sebab ia butuh pegorbanan".  Kita pasti sama-sama setuju bahwaPara pendukung da'wah cukup memahami firman Allah ini dengan kebeningan hati,kejernihan suara nurani   " SesungguhnyaAllah telah membeli dari orang-orang beriman , jiwa dan harta mereka  dengan syurga untuk mereka ..." ( At-Taubah :111 ). Kerinduan yang mendalam akan manisnya berjuang di jalanNya mengalahkansilaunya dunia yag serasa dekat dipelupuk mata. Hingga semuanya tidak terasa sulit,tidak terasa berat. Bahkan  amat dinantikandan tak jarang sigap  menjemput seruanda'wah daripada harus menunggu. Ruhul Istijabah yang sudah melekati jasad.Begitu indah, begitu menggairahkan ... Jalan Da'wah.
Tidaklahsama kita dengan para pendukung da'wah ??? walau tidak banyak berbeda. "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdo'a pada Allah dengan rasatakut dan penuh harap , dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kamiberikan kepada mereka ... " ( As-Sajdah : 16 ). Bolehlah jujur pada diri, apakahuntuk hal ini kita sama dengan mereka ??? tentunya tidak. Tempat peraduanterasa lebih menggiurkan daripada harus berlelah-lelah memikirkan tugas da'wah.Lelap dengan mimpi-mimpi  dan tatkalaterbangun ingin tertidur kembali. Mungkin hati hanya berelak jawab " belum adatugas yang memanggil ... ". Dengarlah wahai hati yang terlelap ... " para pendukungda'wah tak pernah berhenti sejenak, namun sigap berjaga, sinaran mata yangmenembus gelapnya lahan-lahan da'wah yang belum terjamah dan mulai memikirkancara demi cara untk membuka lahan ini dan menyemainya dengan benih-benihgenerasi pengganti ... ", BUKAN DIAM dan MENUNGGU.
Duh  sahabat ...
Apayang menjadikan kita sering lengang di jalan ini, hanya diam dan tak jarangkita membalikkan badan kemudian pergi. Apakah syurganya tidak begitu menggiurkan buatmu ??? Apakah pertemuandenganNYA tak mengabaikan rasa tertarikmu pada dunia ??? Ataukah terlalu lelahmeniti jalan da'wah ini dikarenakan banyaknya liku dan tak sedikit rintangan???
Inginkembali menatap sosok –sosok para pendukung da'wah . payah terlihat wajahnyanamun tak henti mengucapkan kalimat penuh hikmah yang menjadikan inspirasidalam kehidupan orang-orang yang menyapanya. " sebaik-baik orang adalah ketika menatapnya, mengingtkan kita akanAllah .."Yah ... memang tidak mudah, tetapi semuanya mungkin terjadi. Terkadangpanggilan da'wah tidak begitu menggetarkan hati hingga tidak ada kebersigapanuntuk menyambutnya. Toh , ada sahabat yang lain ... akalku kita yang tanggapbereaksi dan membbujuk lisan untuk mengucap alasan demi alasan yang telahterang kai lebih dulu untuk menampik seruan itu. Sungguh, dengan lah suarahati, doia menolak enggan atas penolakan kita terhadap seruan da'wah.
Sekalilagi apakah sama kita dengan para pendukung da'wah ???Kala orientasi hidup kitahanyalah untuk diri sendiri. Benar , kita tahu, dengan besarnya kita berkata "hidupku untuk da'wah ... untukNYa ... " kata yang tegas dan lugas berpadu dengankilat mata yang meyakinkan. Namun, selesai kata itu terucap, berakhir juga kataitu dijanjikan, dan kilat mata itu kembali meredup. HANYA KATA ... TIDAK LEBIH.Dan kita pasti tahu, tidak begitu dengan para pendukung da'wah. Akal yangjernih , hati yang bening, menguatkan lisan dan hal mereka. Kerja-kerja merekamelahirkan hasil yang gilang gemilang memesona orang yang berada dijalan da'whaatau orang sekadar lewat. Benar kiranya, tidak ada yang tersia dari mereka,bahkan istirahatnya bernilai, tak sekadar TIDUR.
Sungguh,tak ingin berlama-lama memadukan kita dengan para pendukung da;wah. Akan banyakberbeda, tapi bukan hal itu yang menjadi kepentingan kita. Namun, adakah janjilain yang bisa di percaya oleh diri sendiri ??? tak muluk-muluk, hanyaberjanji, " TETAPLAH DIJALANNYA ... ", bukankah tak begitu sulit ??? bukankahkita sering meminta Ia tunjuki  jalanyang lurus ??? komitmenlah dengan kata –kata , karena Dia  telah menunjuki kita di jalan ini. Tidakbegitu sulit saat kita sampaikan pada hati untuk meminta padaNYa " ya ...Muqallibul qulub, tsabbit qolbi fii diinik wa tho'atik ... ". Dan lihatlah ,,,hati akan meng-ikhlaskan kita menjadi para pendukung da'wah.... Ni'mat tuhanmuyang mana kah yang kamu dustakan ???
Linda Maya Sari, mujaddid


Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Bismillahirrahmanirrahim
Al-IslamuYa'lu wa La Yu'la 'Alaih
( Islam itu tinggi dantidak ada yang melebihi ketinggiannya )

"sangat banyak orang yangdengan mudah melakukan da'wah, namun begitu sedikit yang mencintai da'wah ... "
Takada yang kita ketahui akan takdir yang akan kita lewati disebabkan keterhijabanterhadap masa depan, namun sangatlah layak kalau kita meng-ikhlaskan diri untukmenyesuaikan dengan takdir yang akan berhadir dalam kehidupan kita. Begitu jugayang terjadi dengan saya, STAN bukanlah pilihan yang benar-benar saya pilih.Sebab ada sebuah gambar/lambang yang selalu mendorong untuk menggiatkan diri memasukidunia kampus, sering lambang itu ku tatap dan mulai lagi semangat membuncahsebuah tangan yang menggenggam dunia. Dan sudah jelas sekali ketika sayamenetapkan pilihan di STAN, maka saya tidak akan menjadi bagiannya secaralangsung, hingga STAN dengan perlahan dan pasti saya hapuskan dari daftarpilihan kampus yang ingin saya tuju.
UniversitasPadjadjaran, kampus perjuangan yang saya harap dapat meluahkan kerinduan dankeinginan untuk bergabung dengan wadah tersebut, tapi lagi-lagi , keterhijabanakan masa depan, tak lebih dua bulan saya harus meninggalkannya danmenginjakkan kaki di STAN , tak bisa mengelak dari keinginan orang yangmelahirkan saya, akhirnya rela besahabat dengan STAN. Harapan tak selamanyasesuai dengan kenyataan.
Setibadisini, di kampus ini, aku tahu kalau tak akan ada hal yang "aneh" yang akansaya dapati. Cukup saya merasa nyaman di lingkungan yang memang memberikenyamanan, enam tahun berada di asrama dan tetap ingin marasa nyaman. Setelahmelihat manusia- manusia " sejenis" membuat saya merasa lega. Tarbiyah tetapmenjadi hal yang saya tuju dan saya tahu tak akan berhenti di STAN ini, setelahenam tahun merasakannya , takkan mudah untuk menghapusnya. Moga untukselamanya.
Jejak yang masih amatsedikit, namun ingin terus diciptakan. Bahkan mungkin jejak itu tak berartiapa-apa ketika niat hati bukanlah untuk menorehkan jejak, hanya jejak yangsejenak terhapus tak meninggalkan bias yang bisa direkam dan diulas kembali.Jejak yang ingin di torehkan dengan langkah yang pasti "mencintai dawah". Karena saya belum merasakan perjuanganyamg lebih disini , hanya langkah-langkah kecil yang mungkin tidak berarti untukorang-orang yang telah melangkah lebih dulu dan dengan gilang gemilangmenyempurnakan langkah-demi langkah jejak yang terekam jelas di benak orangsekitarnya, benak sahabatnya, dan membingkainya dalam benaknya sendiri. Biarlahsaya belajar dulu, mengalahkan niat-niat yang terkadang menyimpang hinggajejak-ku tak lagi bisa ku sambung karena terputus di tengah kelelahan yang takseharusnya ada sebelum kaki ini menginjak syurgaNya. Biarlah saya belajardulu  mengabadikan jejak yang tidak hanyasaya yang tahu dan berbangga atas apa yang saya kerjakan, namun sungguh tak adaartinya buat mereka. Biarlah saya belajar dulu mencipta jejak yang meninggalkanbekas hingga jadi pembelajaran buat mereka yang akan mulai menjejakkanlangkahnya juga hingga tak ada kesalahan kedua. Biarlah dulu saya belajarmerencanakan jejak-jejak yang ingin saya buat hingga tak hanya sekadar jejak.Dan izinkan untuk belajar mengatakan" aku mencintai da'wah " sebab lisan katasering tak seiring dengan lisan hal. Jejak apa yang ingin ku buat ??? yang akutahu, aku mengenal tarbiyah tak kurang dari enam tahun, dan langkah-langkah itutelah mengajariku menda'wahi diri sendiri, tapi apakah aku mencintai da'wah dansegala  yang ada didalamnya ?  moga hati ini memang meng-iya-kan, tak hanyadi lisan. Dan jejak ku, sudah ku coba membingkainya dalam jalan-jalan yang kulewati, dan hanya Allah yang tahu kapan jejak itu mulai ku buat. Dan moganantinya terekam jelas di benak insan-insan da'wah karena sudah ku goreskansecara nyata kerja da'wah yang ingin ku gapai dan kutinggalkan jejak dannantinya aku merupakan sang pembuat jejak di jalan da'wah yang teramat akucintai ini. Insya Allah. Duatun la Qudlah ...



Bismillahirrahmanirrahim ...

Assalamu'alaikum wr.wbYa Rabbi lakalhamdu kamaa yanbaghi lijalaali wajhikawa'ajhimi sulthaanik  ...
Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'ala ali Muhammad ...
Afwan jiddan , saya hanya akan bercerita sedikit tentang dirisaya dan se-sederhana mungkin. Moga ada hikmah yang bisa saya temukan kembalidibawah serpihan masa lalu dan mimpi akan masa depan saya.
Saya ingin memulai dari masa lalu, sebab dari sinilah sayabelajar memperbaiki diri dan dari masa lalu lah saya belajar menjadi khairaummah sebagai impian saya dari kisah yang tak luput dari makna olehgenerasi-generasi terbaik, generasi yang menjadikan perjuangan dan pengorbananbegitu indah.
Setiap orang sudah tentu memilki masa lalu sebab waktu selalubergulir tanpa bisa kembali dan terganti. Begitu juga saya, Anda, dan mereka.Dan Afwan, dulu saya memang sempat berpikir ada bagian dari masa lalu saya yangber-potensi mempengaruhi diri saya dalam artian negative, tapi sekarang sayamenjadikan masa lalu itu sebagai hal yang memberi makna positif sebab masihbanyak sisi lain yang kita abaikan dan hanya memandang lurus ke depan terhadaphal yang negative. Saya pernah gagal untuk meraih apa yang saya inginkan danini menjadikan dunia begitu sempit , tapi maaf saya lupa bagaimana untukmenceritakan rasa yang saya alami, yang terpenting dalam bagian waktu inilahsaya merasa begitu sangat berharap padaNYA, do'a yang selalu diiringi air matadan harap yang amat sangat. Apakah saya memandang ini sebagai kegagalan ???disaat semua orang terasa begitu jauh dan asing. Tapi, tidak ... saya hanyamerasa ini sebagai bentuk komitmen saya " Saya ridho Allah sebagai Rabb ... ". Hingga semuanya berjalan denganbaik. Dan inilah cerita masa lalu saya yang bernuansakan kegagalan namun darikegagalan ini saya merasa lebih dekat denganNYA, saya belajar kalau sukses yangselama ini mewarnai hidupku tidak akan selamanya ku raih, terkadang saya harusmerasakan bagaimana sakitnya kegagalan hingga nantinya saya bisa lebihmenguatkan saudara-saudaraku yang dikunjungi kegagalan dalam hidupnya. Dantentang masa lalu juga, yang tetap saya sesali sampai saat ini, terlalu sedikitwaktu yang ku berikan untuk seseorang yang amat saya harapkan kehadirannya saatini, yang teramat ingin saya bahagiakan, namun sudah tak ada kesempatan lagi.Tak harus saya ceritakan lebih detil, moga terlepas kewajiban saya menjawabpertanyaan yang diajukan di kertas yang sedang ada di pangkuan saya saat,menuliskan ini. Tak bisa saya katakan secara rinci apa penyebab kaberhasilanataupun kesuksesan saya di masa lalu sebab saya khawatir ada nama yang tidaktertuliskan sedangkan ia memiliki banyak andil dalam kesuksesan saya, tapi yangjelas Allah yang meng-anugerahi semua itu selama saya ridho bahwa Ia sebagaiRabb-ku. Sedangkan sebab kegagalan saya, tak lebih dari efek dosa-dosa sayayang mungkin tidak saya sadari dan sengaja saya lakukan, atau pun kalaulahmungkin Allah ingin menguji saya dengan kegagalan, moga kesabaran sayamemberikan saya tempat terbaik disisinya. Tuntas juga soal tentang masa lalu,moga manfaat.
Banyak orang yang mempengaruhi pembentukan diri saya, baikyang tidak saya kenal atau pun yang ada saat ini. Sangat banyak sekali dan sayatidak mampu menyebutnya, sebab di jalan pun saya menemui orang yang mempengaruhipola pikir saya , baik itu penyapu jalanan, sopir angkot, dll. Mereka memilkiapa yang sedang saya butuhkan ketika melihat mereka, ketika saya butuh sejenakmerasakan sakitnya kekurangan materi, saya sering melihat para pengemis, danmasih banyak lagi. Begitu juga tidak ingin saya lupakan ketika keluarga sayayang banyak berperan dalam hidupku. Mereka memilki segalanya yang saya butuhkanuntuk membentuk diri saya. Banyak yang mempengaruhi hidupku, beratus penulis,beribu teman , berjuta orang yang tidak ku kenal. Sebelum saya lupa , buku yangmembentuk filosofi hidup saya diantaranya Al-qur'an, La Tahzan, dll. Denganjawaban yang sama dengan diatas, buku-buku ini memberi  apa yang saya butuhkan.
Saya berharap orang yang ada di sekitar saya memilkiprasangka yang baik untuk saya dan sebelumnya saya juga harus berprasangka baikterhadap mereka,  terlepas dari sayaharus menduga-duga , begitu juga jika mereka menganggap saya sebagai orangsukses atau tidak, tak menjadi masalah. Selalu menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagaimana cara bergaul danhal lainnya , sehingga terjalin hubungan yang baik, dilihat dari kondisi emosidan sebagainya.
Mengenai posisi, hal yang amat duniawi, dimana pun moga tidakmenjadi masalah. Allah sebbaik-baik penentu. Hal yang ingin saya harapkandimasa yang akan datang tidak terbatas dari sepuluh kondisi, sangat banyaktetapi yang sepuluh itu pun tidak bisa saya rinci disini, namun saya ingintetap berada dijalanNYA sampai kapan pun lengkap dengan hal yang harus akumiliki untuk berada dijalan itu.
Saya rasa cukup walau pun mungkin menurut  yang membaca , ini masih kurang dari cukup.Saya minta maaf. Kepada Allah saya serahkan semua. Cukuplah Allah bagiku. Mogakita terlepas dari hal yang menduga-duga tentang bagaimana seseorang lewatminiature yang sering kita tentukan sendiri. Jazakumullah khairan katsiran ...
Wassalamu'alaikumwr.wb
LindaMaya Sari


Ajari aku mencintaimu … Ukhuwah

Ukhuwah …
Kata cinta yang kau ajarkan untuk ku ucapkan menelan beribu makna kata.Sederhana memang, dan amat sering kau berbagi kata itu denganku, dengannya, dengan mereka.Ucapan salam yang begitu indah, salam keselamatan …
Subhanallah, kata itu mengawali perjumpaan antara aku dengan dia … serentak, serasi, “Assalamu’alaikum …”, tanpa aba-aba.Dia menjabat erat tanganku, menyela ruang di jari-jariku seolah ingin mengalirkan kekuatan maha dahsyat untukku.Sebuah ikatan nan indah …
Ukhuwah …
Ajarkan aku menjadi seorang saudara yang memandang lurus saudaraku yang lain, ingin menjadi seorang yang menjelmai pesan insan ternama, Hasan Al—Banna, “Saudara yang lurus memandang saudaranya yang lain , lebih utama daripada dirinya sendiri.Karena seandainya ia tidak bersama mereka, maka ia tidak akan bersama yang lain, sebaliknya, bila mereka tidak bersamanya, maka mereka bersama yang lain …”.
Kau menjelmai sebuah ikatan yang lebih dari ikatan darah, Ajarkan aku … menjadi insan dengan ukhuwah yang jujur dan benar.Di saat Abdullah bin Amr harus mengikuti kata hatinya megintai seorang yang dijanjikan syurga sebab ia juga meridukan tempat maha mulia itu.Dan Subhanallah …. Tiada pernah orang tersebut tertidur sebelum melepas perasaan tidak baik terhadap saudaranya …Ukhuwah yang jujur dan benar, Ajarkan aku ..

Ukhuwah …
Jangan jadikan aku saudara yng ber-ukhuwah dengan ukhuwah yang hampa nilai ”saat tak ada diperlukan, ketika ada tak berguna”.Astagfirulah .. apakah aku yang selalu berhindar diri kala saudaraku membutuhkanku ??? Mulialah seseorang yang memiliki sahabat yang mengerti arti ukhuwah.Melebihi ikatan darah …
Ajari aku mencintai sahabatku sama seperti Rasulullah mencintai Zaid bin Haritsah … teramat cinta hingga ia menyematkan namanya di barisan nama Zaid “ Zaid bin Muhammad”.
Ajari aku mengutamakn saudaraku sama seperti Umar ra yang berkata pada Abu Bakar ra “ kekuatanku untukmu bergabung dengan keutamaanmu … “ dan tangan yang mulia itu membai’at Abu Bakar tuk menjadi khalifah pengganti Rasulullah …. Ukhuwah yang mengutamakan.
Ajari aku merasakan sakit yang dirasakan saudaraku sama seperti Rasulullah yang berkata “ apakah kalian tidak takut menyakiti Abu bakar sedangkan ia adalah orang yang amat aku sayangi … “ Rasulullah merasakan sakit yang dirasa Abu bakar kala umar menyakiti hatinya.Tak berhenti di situ, pelukan erat Umar menunjukkan ia salah “ ukhuwah yang jujur “. “ Aku yang meminta maaf padamu wahai Umar … “ kata itu yang di ucpkan Abu Bakar.Ya Rabb … izinkan kami berada diantara rasa pelukan persaudaraan orang-orang mulia itu.Rasululah saw, Abu Bakar ra, Umar ra …
Ukhuwah …
Ajari aku memaknai tiap baris kata ynag terucap dari lisan saudaraku.Sebab terkadang aku buta tuk menerjemahkan kemarahannya, bahagianya, sedihnya …. Dan sungguh aku tidak mau ia terluka..
Ajarui aku secermat cara yang menjadikanku ada di saat ia membutuhkanku …
Ajari aku memilih dan memilah kata yang harus ku sampaikan padanya di saat ia tak sadar berjalan di langkah-langkah yang salah hingga aku juga tidak menyakiti hatinya …
Ajari aiku terbangun dikala ia tak tertidur bercengkrama dengan amanah –amanah nya yang sungguh tidak sanggup ia pikul sendiri hingga aku tidak melihatnya kelelahan …
Ajari aku merendahkan ego ku di saat aku harus memohon maafnya sebab salah yang ku perbuat …
Ajai aku mengejar langkahnya yang terlalu jauh di depanku hingga aku dan dia bisa berjalan seiringan dan ia tahu ku ada di sampingnya ,,,
Ajari aku ….

Bintaro, Pondok Al-Karim
Jum’at 07 Mei 2010,11.53 WIB
Buat Mujahidah Pecinta Ukhuwah
Moga ukhuwah ini kekal selamanya …

Aku vs Sahabatmu ( al-karim: kamis, 08April 2010, 01.45 wib )

Mulialah dirimu dengan keutamaan sahabat-sahabatmu.Menjadikan nyawanya sebagai temanmu dan tidak ingin sedikit pun ada rasa sakit yang melukaimu.Wahai … sebaik-baik manusia, do’a apa yang kau haturkan pada Rabb-mu, Rabb-ku, Rabb-kita ??? hingga dirimu dihadiahi sahabat-sahabat mulia seperti mereka.
Duh insan … aku iri dengan mereka beserta keutamaanya.Teramat cinta padamu , menjunjung kasih untukmu.Kata-katamu ibarat keramat ditelinga-telinga mereka, tak satu pun terlewat, tak sat pun luput dari pelaksanan zahir sebagai amal – amal yang memesona.Selalu dipatuhi, selalu terlaksana.
“ Kalian adalah inti, tidak akan mungkin aku akan dicederai dipihak kalian … “.Sebaris kalimat yang amat sederhana, tetapi iman dan cinta telah menerjemahkan padanan kata tersebut dengan sebuah pengorbanan yang maha dahsyat, darinya, Abbad bin Bisyr, sahabat yang amat mengasihimu.Menambah investasi baktinya padamu hingga sepanjang hidupnya tak mengizinkan engkau terlukai.
Apa yang kau katakan pada mereka, wahai insan terbaik sepanjang masa .. ??? Hingga maut bukan lagi hal yang menakutkan.Sentuhan pedang serasa sutera dikulit mereka, tikaman tombak laksana gabus yang tak mengirim rasa sakit.Panasnya gurun ibarat musim semi yang begitu dinanti-nanti,,,Aku iri pada mereka.
Tak pernah singgah ditelinga ini, bahkan mungkin di telinga selain dariku, kisah setia seperti layaknya yang sahabatmu lakoni.Ahhh … entahla, aku tidak tahu terbuat dari apa cinta-cinta mereka, tapi Lillahi aku ingin memilki cinta itu.
Mulialah dirimu dengan keberadaannya walau tanpa mereka sebenarnya engkau tetaplah insan yang mulia, teramat mulia.Engkau sebaik pemimpin.Ajari aku menjadi sahabatmu ya Abu Qosim walau tak terpandang wajahmu, tapi izinkan aku mencintaimu seperti cinta sahabatmu.