Sabtu, 30 Juli 2011

Penghujung Malam

Gelap yang semakin gelap.Tidakkah aku takut?? Hitam y semakin kelam..tapi tidak Alhamdulillah fajar mulai merapat,tanpa sepakat,tanpa iya dari sang malam,tanpa tahu dari sang kelam.Tapi bergulir hari demi hari,tiada pertikaian,tiada tuding menuding tuk hadir lebih dulu ataupun mengakhiri,semuanya berjalan tak mengawali,tapi membersamai..begini seterusnya.
Terang mengakhiri gelap,tidaklah mengambil alih,tidak jua meniadai.Berganti..bergulir..tanpa benci.
Menyapa bumi dengan kekuatan terang yang mampu mengusir kelam..kekuatan yang amat dahsyat terkira ingin sampaikn pada mereka yang berdiri dibumi,kekuatan dah ada diawal pagi..dipenghujung malam..GUNAKAN ATAU ABAIKAN

Arti Persahabatan

Tak termaknai,tapi menandai artinya.Mengharap bersama tak perhitungkan jarak walau waktu tak berkehendak jua.Layaknya bintang gemintang yang kan redup kala sang mentari hangat menyapa.Ianya menggantikn bintang,tapi bukan menyakiti tak jua mengambil alih..tetap mempersilakn walau tak bersua tapi tahu ia ada dan pasti kan datang,selalu bergulir dan selalu begini.
Ketulusan yang ada bukan luluh.Tulus tuk mjd lilin y mencahayai bukan melebur meniadai,tulus tuk menjadi awan meneduh bukan menghalangi,tulus setulus cahaya sang matahari yang tak meminta tuk pantulkan lagi cahayanya.
Memaknai dingin bukan berarti beku,tapi ianya ingin kehangatan.Memaknai gelap bkn berarti tanpa cahaya,tapi ianya membutuhkn cahaya.
Semulia kisah jalinan kasih persahabatn generasi terbaik dahulu.Tiada saling mendahului,tp melangkah bersama.Tiada saling meniadakn,tp menegas ukhuwah.Tiada saling mencibir,tapi kata menyenangkn lg menyelamatkn.
Ya Rabb..izinkan kami mengikat erat tali persahabatan dengan kemuliaan namaMU..jadikan kami sahabat tuk sekarang bersama berjuang karenaMU dan kelak bersama bersua denganMU..wahai sebaik2 Dzat

Rinduku, CIntaMu

Tiada yang tak Kau beri,semuanya,sedangkan aku hanya sedikit tak jarang tidak ada.Tiada yang tak ku minta padaMU,semuanya,sedangkan Engkau tak kurang kemuliaan tanpa aku.
Tiada yang tak Kau beri walaw tidak sekarang,tapi nanti..walaw bukan dengan ini,tapi dengan yang itu,yang terbaik.
MengingatMU dalam keadaan sakit,sedih,tertekan,putus asa..lainnya sangat jarang.
Ya Rabb..hubungan ini sangat tak seimbang,gradien yang amat terlalu besar.Aku serasa nyaman begini,hidup berlimpah ni'mat dariMU tapi tak jarang khianatiMU.Dengan lahap memburu pemberianMU tapi hampir selalu durhakaiMU.Duh Rabb..cinta apakah cintaMU ini,,Kau taburi aku cinta..Kau limpahi aku anugerah..Kau suguhi aku ni'mat.CintaMu mengarahkan ku pada cahaya terang yang enggan redup..hanya dengan cintaMU..
Rinduku terkadang menegas menandaiMU,tapi sesaat menyamar kabur.Tapi, Engkau tetap yang mengisi relung hati,aliran darah,denyut nadiku..izinkan ya Rabb..hanya ada Engkau,lainnya KarenaMU

Masa-masa di hatiku

Kepingan memori yang masih trus kucoba merangkainya kembali.Entah kapan bermula dan apakah kan berakhir.Hati ini terlalu lemah untuk melupakan.Kepingan2 yang aku anggap menjadi aib diriku,yang menjadi alasan kehinaanku dimataNya.Mengapa tak bisa menghapus bayang ataupun meredam rekaman2 suara itu.Tak ingin aku mengulang,tapi yang dulu terus saja mengikat.Kuat terasa amat kuat dan aku tak kuasa lepas.Masa-masa dihatiku yang akan menjadi kenangan ataukah hal yang terwujud jelas di alam nyata...Pergilah sejenak dan tak mengapa dan tak mengapa datang kembali,karena hati ini terus saja menanyakan...

Layakkah aku sore ini?

Sejenak inderaku terkagum pada sebuah notes yang belum selesai ku baca, secepat akalku ingin menulis , menulis apa saja yang ingin ku ungkapkan.Tapi, terpekur ku bertanya pada diriku
sendiri ... layakkah aku ???
Layakkah susunan kata ini menjadi rangkain kalimat bermakna yang lahir dari orang sepertiku ???
Duh .. pemilik kerajaan langit dan bumi, aku lupa kapan kali terakhir luang lisanku tulus berdo'a dilimpahi ilmu olehMu.namun terkadang berani ku berbangga dengan dengan bangga yang Kau benc.
layakkah do'a ku diijabah olehMu sedangkan tak jarang aku lupa bersyukur sebab pintaku yang sering Kau beri ...
Layakkah sekarang ku meminta lebih dari mereka atau setidaknya sama seperti mereka yang mereguk keberhasilan tapi tiada sadar aku bahwa mereka bukan seperti aku yang tiada berusaha ..
Dan terakhir , layakkah aku bertanya mengapa hariku masih saja seperti ini ... tak tahu kah aku tiada Kau ubah keadaanku tanpa aku yang mengubah sendiri, dan tiadakah aku tahu bahwa mereka berbuat lebih, lebih dari sekedar cukup hingga keberhasilan mencintai keberadaannya ...
FAUQA MUSTAWAL AKHYAR ...

“ Penghambaanku … “

Bismillahirrahmanirrahim ….
Alastu birobbiikum ,,, qoluu balaa syahidna …Cukuplah persaksian ruh dan jasad yang masih suci ini untuk menghantarkan diri ini pada sebuah penghambaan yang agung. Penghambaan nan indah terjalin sempurna, dari sebuah jasad dan ruh yang suci. Namun, ingin rasanya bertanya pada diri ini yang dulunya turut bersaksi dengan sebuah soalan yang tidak bermaksuud merobek kepercayaan, menelanjangi keyakinan, bahkan mengingkari keberadaan,
“ Benarkah seperti itu ??? … “
“ Benarkah yang disampaikan jasad yang bersiap-siap berhadir di bumi yang tidak lebih ddari sebuah persinggahan ??? … “
“ Benarkah lisan dan hatinya yang berkata demikan dan kelak akan di buktikannya di muka bumi yang sama sekali belum ia kenali ??? … “
“ Benarkah demikian … ??? “
***
Guratan lelah terlihat jelas terpahat di wajah ini, sesekali desah nafas yang berat seolah sebuah gunung setia menduduki punggung yang lemah ini. Hati sudah tak ingin berdialog dengan akal, tak sedia lagi berunding dengan pikir, dan sebuah kata meluncur, melesat bagai anak panah milik panglima perang yang bernafsu menghabisi lawan,
“ Aku LELAH … aku BERHENTI dari jalan ini … “
Benar adanya, panah itu mengenai “ penghambaan “ yang dulu di persaksikan. Sungguh, tiada masalah dengan kalimat awalnya “ Aku lelah … “ tak seorang pun yang mungkir, tapi wahai diri … siapa yang membujukmu berkata,
 “ Aku berhenti dari jalan ini … .“
Apakah tidak terekam bagimu perjuangan kekasihNYA, Muhammad saw, sahabatnya, dan sederetan nama yang mencintai jalan ini. Mungkin, bukan tidak terekam, tapi kenaifan sedang bermain di celah kelelahan.
Namun, diri … mundurlah ke belakang, berbalik arahlah sebab ku lihat arah langkahmu tidak lagi sama dengan para rajulud da’wah, sudah sedia mencipta arah yang berkebalikan. Jajari langkah-langkah pencinta da’wah, walau sempat diri ini tertinggal karena berhenti sebentar, susuri langkah-langkah mulia itu karena kulihat diri ini sudah agak jauh tertinggal.
Berlelah-lelah di jalan da’wah, merajut cinta, menyatukan kasih sayang, menyerasikan langkah, menyeragamkan kata. Dan terlihat lelah yang menjuntai anggun, kebencian yang tidak menampakkan diri, iri yang berlari dari diri, persimpangan yang makin menyatu arah, perdebatan yang tidak menyakitkan. Semua terlihat jelas menjelaskan seumpama malam atas siang.
“ Apakah syurga tidak menggiurkan buatmu, wahai diri … ??? “
Cukup sudah, terlihat penghambaan itu pulih dari anak panah yang ku tancapkan. Penghambaan yag terus melantunkan lagu PERJUANGAN dan PENGORBANAN. Guratan lelah memang masih meyisa, tapi tiada kata,
“ Aku berhenti dari jalan ini … “
***
Sesosok bayangan menjamu malam, terisak tangis menyuguhi gelap. Sunyi, senyap. Hanya sendiri sebab yang lain terlelap. Sujud nan panjang tersaksikan menengadahi malam dengan mengirim berjuta do’a, namun sangatlah heran berdengar kata,
“ Aku sendiri … aku sendiri … “
Zahirnya itu bukanlah kalimat yyang salah sebab yang lain terlelap dan diri ini terjaga. Ahh … tapi, layakkah lisan ini tegas berkata ,
“ Ya Rabb … aku hanya sendiri … “
Lalu, diri … dengan siapakah kamu mengeluh barusan ??? Ada sebuah kata yang kau sebut,
“ Rabb … “
Lupakah engkau diri … bukankah Dia berkata,
“  Aku dekat … “
Sebuah ibadah yang kehilangan makna, tercuri oleh sebuah nafsu yang hakikatnya ingin berkata,
“ Ya Rabb … aku butuh dia, mereka… “
Kecemburuan yang amat besar dariNya.
Layakkah diri ini berkata demikian padahal muatan langit dan bumi sedia Ia berikan ???
Pantaskah jasad ini berkata demikian padahal susunan tubuh yang begitu sempurna Ia anugerahkan ???
Wajarkah hati ini   berkata demikian padahal Ia tiada bosan mengirim paket permintaan yang kita minta tanpa ada kata “ Alhamdulillah … “
Sempurnakah diri ini meminta dzat yang Ia cipta tanpa meminta ,
“ Dekatkan aku denganMU … malah sebaliknya,
 “Aku butuh orang lain … “
Luruhlah sebuah penghambaan yang diri ini persaksikan di depanNya. Sungguh ,,, dimanakah letak ketidakbenaran yang terang-terangan ditunjukkan diri ini, bahkan dalam sebuah ibadah yang hakikatnya untukNYA, lalu nyali dari mana yang diri ini peroleh untuk berkata,
“ Ya Rabb ,,, aku sendiri … “
Sempurna dengan buliran airmata. Wahai diri … dengarlah dengan kejerniahan dan kebeningan hati  yang sering terkotori, singkaplah dulu tirai-tirai dosa yang lama tidak terbasuh hingga jelas terdengan olehmu,
“ Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat … “
Dan nantinya tiada kata yang tak bermakna dalam ibadah ini, ibadah yang benar dan terhilangkan niat untuk  menjadikan sebaik-baik dzat cemburu dan murka. Dan terlihat, penghambaan itu menjadi benar,, sembuh dari sebuah kekeliruan , dengan sujud yang panjang diri ini berkata,
“ Ya Rabb ,,, izinkan aku berada di dekatmu, dunia dan akhirat … “
***
Sebuah penghambaan yang bermahkotakan Cinta …
Aku mencintaiMU dengan segala apa yang ada dalam diri ini …
***
TO BE CONTINUED …


C35, SABTU : 30 October 2010 ; 11.30 wib


TIBA SAATNYA ... IA KAN MENJADI KUPU-KUPUNAN INDAH ...JANJI ALLAH PASTI BUKAN MUNGKIN

Ya rabb ... bertabur cinta yang Kau beri, tapi entah kemanamata ini tak mengena silaunya,,, selalu merasa sendiri padahal lisan ini dahberkata " aku ridho Engkau sebagai Rabb ku " ...Ya Rahim ... Kau naungi aku dengan cintaMu yang teramatsuci, tapi jiwa ini berkata " aku mencari cintanya ...", entah siapa dia yang taklebih hebat dariMu, yang tak lebih menjagaku dariMu.padahal Kau telah berkata "Aku sang pemilik cinta...
Ya Rabbbul Idzzati ... Kau lingkupi aku dengan hadirMu,tapi hatiku kerdil berkata " aku merasa sendiri ... ", begitu naïf memang padahalEngkau mengurai kata " katakan, Aku sangat dekat ..."
Ya Muuqallibul Qulub ...teramat sering aku mengingkari, takjarang aku menghianati.nyali yang amat kokoh utk melawanMu, merasa Engkau jauhtak melihatku ...
Ya RAhman ... aku sangat mencintaiMu
Tapi Ilahku ... hangatnya mentari itu dengan cahayanyamenyilaukan mataku pada indahnya duniaMu, tak ku pejam tuk berhenti sejenak,tetap ku tantang dan aku terlena di dalamnya.
Tapi Ilahku ... sinar rembulan itu dah terangi jalanku dimalam hari, tapi bukan kepadaMu aku berjalan ... liku yang lain yang lebih indahdengan fatamorgananya ...
Begitu banyak kata " tetapi " namun Engkau tetap memberidikala ku meminta, tetap terjaga dikala ku butuh penjagaanMu, tetap membericinta di saat aku merasa kurang akan cinta ,,,Duh Rabbku... cinta apakah ini,????
Apakah aku terlalu sombong tuk berbanding ilmu denganmakhlukMu yang lain ??? hanya di lisanku bukan hati.
Apakah aku begitu mendambakan kemuuliaan dari pandanganmereka dengan merasa dekat denganMu ??? namun Muraqabah itu masih amat minimsekali
Sangat hina ... dan aku berani barkata " Aku HambaMu
Butakah mata ini tak melihat hamba lain yang sangatmencintaiMu tanpa penghianatan sepertiku ....
Tulikah telinga ini tak mendengar lisan mereka yangteramat tulus dengan seruanMu tanpa harap kemuliaan sepertiku ....
Kemana aku dikala mereka sibuk bermunajat meminta cintaMudengan derai air mata suci yang mengalir dengan hati yan teramat khusuk,sedangkan aku sibuk dengan cinta lain yang hina dan rendah dan nyatanya telahmenghinakanku ...
izinkan aku membasuh dosa ini ya Rabbdengan pengampunanMu.Berurai cintaMu izinkan aku tuk bermandikan cahaya hidayahMu.takingin lagi menjadi insan yang tersia yang terus mengeluh dan mengeluh.berharapmenjadi insan yang Kau cintai dan aku mencintaiMu dengan setulus cinta yanglahir dari hatiku ...
penghambaan yang terus menghamba.tetapmenyuarakan kalamMu dengan Al Qur'an menjadi hujjahku.Sebenar-benar cinta dansemua kusandarkan padaMu ,,, tiada yang tersisa